C'est Moi

Tertulis saja sebuah cerita yang tidak semua tentang saya atau kamu saja... tapi tertulis semua apa yang aku dengar dari mereka atau sekedar aku lihat dengan tak sengaja... Jadi bijaklah dalam menilai dan menafsirkan segala apa yang ada di "Hati Leny"

"Ho Scritto una storia d'amore senza inizio e senza fine per scriverla con te"

Pages

Senin, 12 Desember 2011

MAIYAHAN

MAIYAH… gak banyak orang sekitarku tahu apa itu,,bagaimana dan seperti.

Aku merasa senang menjadi Jemaah Maiyah. Hari itu kali pertama aku mengikuti acara Maiyah. Jemaah Maiyah bukan sebuah golongan, bukan sebuah jaringan, kelompok ataupun sebuah aliran. Dari pandanganku Jemaah Maiyah hanyalah terdiri dari sekumpulan manusia yang tidak terpaku terpancang oleh Suku,Agama,Ras maupun Adat. Bahkan untuk menjadi Jemaah Maiyah pun tidak harus memandang golongan,derajat. Aku tidak melihat Jemaah Maiyah yang memakai sorban ala kiai besar atau memakai jubah dan segala atribut yang menandakan dia itu adalah seorang islam. Justru para Jemaah Maiyah aku melihat banyak pemuda pemudi dengan pakaian khas anak muda. Yang perempuanpun gak semua berjilbab.bahkan saat itu di depanku terlihat seorang laki laki yang paruh baya yang ternyata seorang tukang becak. dan dialah yang jadi justru meninggikan derajat Maiyah. Dalam Maiyahan kami sejajar. Tidak memandang siapa dia. Aku takjub ketika aku mengikuti Maiyah di Semarang. Yang mulanya gambaranku adalah sebuah pengajian. Ya… Maiyahan memang sebuah pengajian,namun  yang biasa di temui di acara acara pengajian tidak menjadi dominan di Maiyahan ini. Menurutku Maiyahan Lebih kepada untuk mengajak Jemaahnya menjadi pintar dimana di dldalamnya adalah dorongan dorongan untuk kita lebih berwawasan dan perpandangan dari aspek yang berbeda. dan kita tidak dituntut hanya untuk mendengar. kitapun boleh berpendapat dalam satu forum ini. Ada semangat kebersamaa, mengajak jemaahnya untuk pintar ,bertoleransi dan mengajak kita untuk hidup bersama dalam kontribusi kebaikan.

Baru kali pertama aku ikut Maiyah aku jadi lebih tertarik. Aku tahu Maiyah sebelumnya adalah dari Rifqi Ramayoga. Dari dia aku tahu tentang Maiyah. Dari banyak cerita yang aku terima dari diapun aku sudah sangat tertarik. Dan aku sering browsing tentang Maiyah ini.  Maiyah ini secara rutin diselenggarakan setiap tanggal 25 (Semarang) dengan nama Gambang Syafaat dalam forum bersama Cak Nun ( Emha Ainun Najib ) denag membawa rekannya Kiai Kanjeng. Yang dari aku tahu ternyata tidak hanya pemuka agama islam yang mengikuti Maiyah. Bahkan pendeta pendeta besarpun pernah mengikutinya. Gimana tidak,Cak Nun Pun sering “blusak blusuk “ keluar masuk gereja di berbagai daerah bahkan nyebrang ke benua benua Eropa. Tidak jarang yang hadir dalam acara ini adalah tokoh tokoh Lintas Agama,Aliran ,Suku Bangsa ,Ethnik,LSM,Mahasiswa dalam maupun Luar negeri dan lain lain. Nuansanya sangat berbudaya dan juga tidak serta merta menjadi sinkretisme (sumber Wikipedia).

Begitu Global yang menjadi Jemaah Maiyah ini. Seperti Cak Nun pernah berkata “acara ini bukan acara khusus orang islam,tapi untuk semua manusia yang islam dan yang tidak islam. Manusia waras dan tidak waras,bahkan jin,setan,demit,genderuwo kalau memang berminat untuk baik akan disambut dengan tangan terbuka.”
waooowww… aku bukan hanya lihat kegilaan konsep Cak Nun.tapi justru kegilaan itu banyak sekali menginspirasi masyarakat kita untuk bersatu. Tidak memandang aspek apapun untuk duduk dalam satu forum.
Maiyah memang tidak bisa melepas diri dari Cak Nun sebagai figur panutan. Tapi pengkultusan tidak menjadi ideologi Jemaah Maiyah. Jadi meskipun Cak Nun tidak ada acara Maiyah tetap saja berlangsung dengan baik.

dan intinya aku pengen jadi Jemaah Maiyah yang rutin. #Ketagihan  boooookkk.. =))

0 komentar:

Posting Komentar

 

(c)2009 HATI LDY. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger