12.00 wib. jumat 16 Desember 2011
Hari ini sebuah kegilisahan menghampiriku. Begitu seketika aku lantas berfikir. Bukan tentang sebuah perasaan yang sering aku koarkan. Andilau “Aku nembe sedih dan galau” yah aku sedang merasakan itu,bukan karena masalah cinta ataupun apapun yang bersangkutan dengan perihal tersebut.
Sedikit mengalami keresahan. Aku sedikit sekali mengetahui istilah istilah dalam agamaku. Sedikit benar aku mendalami agamuku sendiri. Hal kecil memang yang aku resahkan hanya arti harfiah sebuah kata. Yah keresahanku datang setelah aku membaca status seorang kawan di jejaring social atau umum kita sebut Facebook. Dia berkata :
“Assalamualaikum… Siapapun kau yang dikirimkan-Nya padaku nanti,malam ini aku limpahkan doa untukmu agar senantiasa menjaga IZZAH dan IFFAH”
yah dua kata yang kemudian menjadi keresahan bagiku IZZAH dan IFFAH,yang pada mulanya aku tidak paham benar tentang Terminoligisnya. Atau definisi pengistilahan itu. Karena ketidak pahamanku yang mendalam tentang kedua arti kata itu. Jadilah aku mempelajarinya lebih, dan kemudian memunculkan definisi tentang kedua kata tersebut,
IZZAH (kemuliaan diri) adalah kehormatan perempuan sebagai seorang muslim.
IFFAH (kesucian diri) adalah bagaimana seorang muslimah dapat menjaga kesucian dirinya dengan mampu menahan dirinya dari perkara perkara yang diharamkan oleh ALLAH SWT.
Dan aku merasa telah tidak mampu menjaga izzah dan iffahku. Bagaimana aku dulu sangat tidak menjaga izzah dan iffahku (aku bukan PSK,PK ataupun sejenisnya dan aku tidak melakukan perbuatan seperti yang bisa mereka lakukan) namun yang aku maksud adalah dalam kaca sederhana kehidupanku. Tidak menutup aurat,bergaul dengan bebas (bukan free sex) tepatnya aku dengan bebas kemana saja,dan kala itu aku tidak menutup aurat,berdekatan dengan seorang pria tanpa batasan meskipun mereka adalah aku sebutnya seorang sahabat. Sesungguhnya body contackpun tidak diperbolehkan sebenarnya dalam agamaku jika kita bukan seorang mukhrim. Namun tidak dengan ku ,aku bersama sahabat2ku sering sekali bersentuhan,pegang tangan atau pundak. “maaf aku Khilaf” saat itu. Apakah bisa aku dikatakan menjaga kesucian dan kehormatan.Lantas kemudian apakah masih benar jika aku mengharapkan seorang ikhwan sejati untuk menjadi seorang pendampingku nantinya.
Dalam kancah yang sangat sederhana, semisal kita pacaran tidak jarang kita bersentuhan meskipun sekedar bergandengan. Harusnya memang tidak boleh kan itu tapi yah bagaimana kala kita sedang kasmaran lupa sama dosa tidak munafik akupun ya pernah kog ya begitu itu. Ketidak bisaanku menjaga izzah dan iffah adalah masih dalam konteks pergaulan yang ringan. Gimana aku masih sering membuka aurat didepan teman temanku(bukan mukhrim), body contack dengan lawan jenisku yang bukan mukhrim dan perkataankupun bisa juga sangat merusak kehormatanku dan kesucianku. Seringnya aku memaki,menghujat dan banyaknya kata kata yang tak pantas dikatakan seoarang wanita. Ya sifat tempramenku yang kadang terlalu frontal justru seringnya mencoreng IZZAH ku. Bagaimana dengan tingkahku yang blangsat ini,bergaya seperti lelaki, bagaimana mau mencerminkan dirku sebagai seorang wanita muslimah ,sebagai wanita biasa saja aku kurang pantas.
Bagaiman seringnya mama dan yang lain komplain dengan tingkahku. Yang katanya aku harus menjaga sikap. Yah begitulah aku yang tidak mampu menjaga hakekatku sebagai seorang wanita muslimah. Sadar akan sulit merubah tabiat yang telah mengakar hampir selama hidupku.
Kemudian rasa resah yang aku rasakan menjadi sebuah ketakutan. Bagaimana TUHAN memandangku sebagai seorang wanita muslim yang belum cukup mampu menjaga kemuliaan dan kesucian dirinya. Mungkin aku bisa tenang karena tidak banyak yang tahu bagaimana kegagalanku menjaga itu semua. Aku tidak khawatir bagaimana seorang lelaki memandangku, karena aku bisa menutup rapat dan menjadikan kegagalanku adalah sebuah rahasia. Aku masih bisa terlihat sempurna dimatanya.Namun bagaimana dengan TUHAN,DIA yang tak pernah tidur DIA yang Maha Mengetahui,DIA yang Maha Malihat. Sungguh aku malu. Meskipun sekarang aku telah meretas mencoba memperbaiki diri dengan menutup auratku. Namun aku masih begitu “ringkih” untuk tidak berbuat sebuah keburukan. Kalau kata Cak Nun masih “magang antara neraka dan surga”. Masih sangat gampang untukku menikmati produk “Larangan TUHAN”.
Izzah dan iffah tidak harus hanya di jaga di kehidupan nyata kita. Bagaiman dengan Facebook. Hadewww saya tidak enak hati setelah di singgung tentang itu. “bagaimana mungkin kamu berjilbab tapi meng unggah foto dengan rambut yang terlihat alias nyopot jilbab”. Yah maklum kalau akukan baru juga gak lama berkecimpung di dunia perjilbapan. Yasudah untuk foto yang tak berjilbab aku privatkan saja jadinya. Perbaiakn izzah dan iffah harus diretas dari mulai hal terkecil yang tak ternalar.
Dan aku begitu menyesal bagaiman mungkin aku bisa sangat bodoh untuk tidak menjaga IZZAH dan IFFAH ku. Aku memang bukan seorang muslimah yang beragama baik,sehingga godaan dan hafa nafsu begitu mudah menempel dan meracuni diriku. Sehingga aku tak urung melakukan segala pekara pekara yang di haramkan, pekara pekara yang tidak dianjurkan yang menjadikanku seorang pendosa karena itu.
Sekarang aku merasa malu pada diri sendiri dan pada TUHAN terutama dan mungkin akan merasa malu pada calon pendampingku nanti(aku tidak menjadi muslimah sempurna baginya). Dan Aku belajar sedikit dari sekarang untuk menata diri, aku ingin untuk kemudian ada seseorang yang memuliakanku dengan segala keterbatasan pribadi yang aku miliki.
“Ampuni aku ya ALLAH,atas setiap tindakan,setiap perkataan dan setiap perlakuan yang mengecewaknmu, Ampuni Ddiriku yang hanya bisa untuk berdekatan dengan pekara yang tidak pernah KAU anjurkan. Berilah aku sebuah kebaikan dari setiap rasa sesalku yang kian mendera batin. Ya ALLAH dan berikan aku kesempatan untukku bisa melebur dosa dengan sebuah kebaikan. Bantulah dan tuntun aku ke jalan yang wajib bagiku dulu yang karus ku lalui sebagai seorang muslimah.”……
(doa Len dalam kegelisahan)
******
Diatas bukanlah sebuah teori untuk menunjukan apapun. Tulisan diatas adalah sebuah bentuk lubernya kegelisan dalam hatiku. Lantas bukan karena perkataan dan penguraianku itu aku akan menjadi seorang Akhwat sejati. Tentu tidak,proses belajar yang panjang masih harus aku lalui. Aku hanya mengawali uraianku dalam kehidupan nyataku dengan sebuah “NIAT”. Dan kemudia aku berharap akan banyaknya kebaikan kebaikan yang bisa aku dapat sehingga suatu saat kelak aku bisa menjadi akhwat sejati. Tentunya bukan hanya dari penampilan,yang aku harapkan sejati dari hati ini.
Terima kasih untuk “Najib” yang mebuatku memunculkan sebuah “pertanyaan” dalam diri yang kemudian aku berusaha mencari jawab atas pertanyaan itu. Dan jawaban itu mampu memunculkan sebuah NIAT dari dalam diriku untuk menjadi seorang yang baik.
Aku tidak akan tiba tiba “ujug ujug” jadi muslimah yang baik dan benar. Aku yakin pasti masih jadi wanita blangsak yang sesukanya. Tapi mungkin dengan sebuah kain yang menutupi rambutku bisa menjadikan ku tau diri dan tau batasan. Aku juga gak mau lah di kiranya jilbab ini Cuma sebagai topeng. Yah tapi bagi kalian yang mengenalku harap maklum jika masih melihatku melakukan atau berkegiatan yang tak pantas untuk seorang wanita muslim. Aku kan masih belajar, tahapan tahapan untuk kesempurnaan belum aku mulai. Harap doanya saja supaya aku lebih baik lagi. Dan NIAT menjadi awal pijakanku menjalin kasih dengan tahapan tahapan yang kemudian akan mensejatikanku sebagai seorang wanita muslimah.AMIN
*********
Kawan kawanku yang baik. Mari kita bahu mebahu perbaiki diri. Supaya ketika kita berhadapan dengan takdir,kita bisa membusungkan dada dengan bekal yang kita bawa.
Semoga ALLAH beserta kita selalu. AMIN
Maafkan jika pendefinisian atau penguraianku tentang terminologi izzah dan iffah tidak sesuai dengan konsep makna dan maksud sesungguhnya. aku hanya menggambarkan dari aspek sudut pandangku yang minim paham tentang makna IZZAH dan IFFAH.
Siapapun yang ingin membenarkan uraianku akan sangat aku terima. semoga tidak banyak kekeliruan pahamku dalam artian izzah dan iffah sehingga tidak menimbulkan kekeliruan penafsiran bagi para pembaca. Terima kasih =)
Quote :
"simpan yang berharga darimu untuk Dia yang berharga bagimu"
------By. Leny Dy
Maafkan jika pendefinisian atau penguraianku tentang terminologi izzah dan iffah tidak sesuai dengan konsep makna dan maksud sesungguhnya. aku hanya menggambarkan dari aspek sudut pandangku yang minim paham tentang makna IZZAH dan IFFAH.
Siapapun yang ingin membenarkan uraianku akan sangat aku terima. semoga tidak banyak kekeliruan pahamku dalam artian izzah dan iffah sehingga tidak menimbulkan kekeliruan penafsiran bagi para pembaca. Terima kasih =)
Quote :
"simpan yang berharga darimu untuk Dia yang berharga bagimu"
------By. Leny Dy
0 komentar:
Posting Komentar