Ku angkat kepala..
kurasakan angin yang mengenai pipiku…
aku terpejam,,, dan menghayati perasaan damai yang datang besertanya..
aku sendiri..
ditengah bukit sepi.. mencoba menguburkan kelinciku yang mati..
kurasakan angin yang mengenai pipiku…
aku terpejam,,, dan menghayati perasaan damai yang datang besertanya..
aku sendiri..
ditengah bukit sepi.. mencoba menguburkan kelinciku yang mati..
Mereka
marah..karena aku memiliki duniaku sendiri..
aku tak pernah penuh ekspresi..
aku tak pernah banyak berkata dan meminta..
aku hanya diam..namun tetap merasakan semua hal…
aku tak pernah penuh ekspresi..
aku tak pernah banyak berkata dan meminta..
aku hanya diam..namun tetap merasakan semua hal…
Aku tak pernah
marah kepada mereka..
karena jika mereka membenciku itu sudah sejak dulu…
mereka bisa menganggapku sakit jiwa..
tapi aku mampu untuk tidak memperdulikannya..
karena jika mereka membenciku itu sudah sejak dulu…
mereka bisa menganggapku sakit jiwa..
tapi aku mampu untuk tidak memperdulikannya..
Mereka kira diamku
adalah karena tak merasa sakit..
mereka kira wajahku tak bisa menggambarakan kesedihan yang ada..
aku hanya sesosok kecil yang hidup didunia yang ku cipta..
dan aku sendiri yang mengerti semua..
mereka kira wajahku tak bisa menggambarakan kesedihan yang ada..
aku hanya sesosok kecil yang hidup didunia yang ku cipta..
dan aku sendiri yang mengerti semua..
Bukan kakakku,ibuku
atau ayahku yang terus saja menghujat hidupku..
siapa ingin menjadi sepertiku..
terlantar.. hanya disayang oleh sebagian orang..
siapa yang mau perduli terhadap cita citaku..
kecuali dia yang mengerti kondisi jiwaku..
kelinciku mati.. dan anda berkata dia ke surga..
kelinciku kini sendiri dibukit sepi..
dia mati..
lalu aku mengangkat wajah melihat langit dan membayangkan surga..
tidak… aku tak mau dia kesana…
aku tak ingin ditinggal mereka..
siapa ingin menjadi sepertiku..
terlantar.. hanya disayang oleh sebagian orang..
siapa yang mau perduli terhadap cita citaku..
kecuali dia yang mengerti kondisi jiwaku..
kelinciku mati.. dan anda berkata dia ke surga..
kelinciku kini sendiri dibukit sepi..
dia mati..
lalu aku mengangkat wajah melihat langit dan membayangkan surga..
tidak… aku tak mau dia kesana…
aku tak ingin ditinggal mereka..
Dan dihadapanmu
aku berkata..
aku akan menjadi dokter..
Aku ingin mencegah mereka kesurga..
aku akan menjadi dokter..
Aku ingin mencegah mereka kesurga..
Meskipun semua
menganggapku gilaaaaaaaa….
*****
Si kecil yang
mengajarkan banyak hal dalam diamnya. Seorang Autis yang sangat ku cinta. Dan aku jatuh hati sejak pandangan
pertama lalu ditambah kedua. Dia jadi Avaku,PP ku dan jadi Wallpaperku.
hehe.. si poni yang menemaniku setiap hari (WP Samsung)


0 komentar:
Posting Komentar