Saat itu kamu
sedang terkejut dengan apa yang menimpamu. Dengan rusaknya kepercayaanmu
seperti seolah tertampar,atau terjatuh pada jurang yang dulu tidak pernah benar
benar terlihat. Dan karena nya kamu mengadu pada ibumu. Lantas sadar bahwa
penjaga sebenarnya hatimu adalah ibumu,bahwa kekuatanmu adalah dari ibumu. Kamu
terus saja terheran heran merasakan ke legaan yang teramat setelah mengeluarkan
keluh kesahmu pada ibumu. Dalam hati kamu bertanya
.“ini kah dia yang aku beri separu hatiku,kenapa tidak seluruhnya. Padahal dia bundakuku???”
“kenapa aku bagi separuh itu denganmu??”
Kamu menyesal bukan..??
Tersadar
bahwa dulu kamu membagi cintamu kepada kekasihmu. Lucunya sekarang kekasihmu
pergi begitu saja. Bukan meninggalkan kenangan bahagia malah luka. Sekarang
kamu sadar ibumulah satu satunya yang harus kamu perhatikan. Bukan dia,mereka
atau yang lainnya.
Dalam
hujanpun kamu bersajak sembari meletakkan kepala dikedua paha ibunda.
Hai mama..
sekarang kita telah beda..
merasa??? (tertawa berdua)
dulu aku yang tak banyak bicara sekarang semua kita bagi bersama…
“terima kasih lah padanya.. dia yang membuat kita layaknya sodara..
tak ada batas dan jeda..
sudah jangan terlalu marah atau membencinya..
(melobi)
merasa??? (tertawa berdua)
dulu aku yang tak banyak bicara sekarang semua kita bagi bersama…
“terima kasih lah padanya.. dia yang membuat kita layaknya sodara..
tak ada batas dan jeda..
sudah jangan terlalu marah atau membencinya..
(melobi)
Dia memang merubah
hidupku sekarang maa..
dari yang aku penuh emosi menjadi sering berlegawa hati..
dari yang mudah marah menjadi seorang yang lebih suka berdiam diri..
Jangan sedih lihat aku yang lebih bisa tertawa ini..
aku bukannya bersandiwara atau acting kuat semata..
tapi kenyataannya aku tetap saja bahagia..
meski yang kamu tahu aku sudah tersakiti hatinya..
jangan marah padanya..
karena sesungguhnya dia membuatku menjadi pribadi yang bisa lebih berhati hati..
dan dia menyadarkanku bahwa sayangku hanya harus untukmu..
dari yang aku penuh emosi menjadi sering berlegawa hati..
dari yang mudah marah menjadi seorang yang lebih suka berdiam diri..
Jangan sedih lihat aku yang lebih bisa tertawa ini..
aku bukannya bersandiwara atau acting kuat semata..
tapi kenyataannya aku tetap saja bahagia..
meski yang kamu tahu aku sudah tersakiti hatinya..
jangan marah padanya..
karena sesungguhnya dia membuatku menjadi pribadi yang bisa lebih berhati hati..
dan dia menyadarkanku bahwa sayangku hanya harus untukmu..
Maa..
setaumu memang dia maha tega.. sama akupun iya..
tapi cacat hati yang disebabkannya mendewasakan hidup ini..
setaumu memang dia maha tega.. sama akupun iya..
tapi cacat hati yang disebabkannya mendewasakan hidup ini..
Aku tak akan jatuh
terpuruk hanya karena diabaikan begitu saja..
sudah ma.. jangan perduli,,
aku sudah baik begini,,,
kamu lebih terlihat sakit hati..
dari pada aku ini..
sudah jangan,, dan biarkan saja..
dia sudah ingin berlalu dan pergi..
untuk apa diungkit kembali…
sudah ma.. jangan perduli,,
aku sudah baik begini,,,
kamu lebih terlihat sakit hati..
dari pada aku ini..
sudah jangan,, dan biarkan saja..
dia sudah ingin berlalu dan pergi..
untuk apa diungkit kembali…
(meledak
tawa,,, membagi rasa. Suka dan duka.. kamulah ibunda)
Jangan suka lupa
wahai abg,remaja atau wanita yang beranjak dewasa maupun sudah lanjut usia.
Terkadang focus hidupmu suka lupa pada yang benar benar penting. Focus hidupmu
kamu berikan kepada kekasihmu,aku betul?????
Hati hati,jangan
mengagungkan cinta terlalu tinggi, apalagi mencintai pria dengan bersungguh
sungguh hati. Apalagi persenannya bisa 100% atau melebihi. Bahaya kalau kamu
sampai salah memberi cinta. Wal hasil bukan bahagia malah sengsara. Mencintailah
sekedarnya,asal setia dan dapat dipercaya saja sudah cukup. Jangan sampai semua
semua untuk kekasihmu saja. Ingat masih ada orang tua,cinta mereka yang abadi
dan tiada ganti.
JAGA DIRI..!!!
KALAU BELUM PASTI KEKASIHMU JADI SUAMI. *WARNING *PENTING
0 komentar:
Posting Komentar