sepuluh tujuh dua nol satu tiga..
Aku mendatangi markasmu merebahkan diri..
Aku mendatangi markasmu merebahkan diri..
sebelumnya.. dari mimpi aku saksikan kau sedang menanti.. dan itu tak membuatku ragu ragu lagi untuk mendatangi…
mulanya dimimpi kau tampak berharap ku dekati..
terpaku sambil memandangku.. setelah aku mulai mendekatimu,, kau berbalik dan berlari puas menjauhi… kamu pergi.. pergi setelah aku dekati dengan senyum yang menghiasi.. bertanya pada hati…benarkah aku yang kau nanti ????
apa ini??? Firasatkah ??.. ahh mungkin hanya rinduku yang benar benar ingin bertemu..
sepuluh tujuh dua nol satu tiga..
aku mendatangi tempatmu yang aku anggap sedang menantiku..
sesungguhnya mungkin aku dianggap terlalu percaya diri..
aku tak perduli…
dan siapa perduli apa yang menjadi petunjuk dalam mimpi..???
kalau bukan aku sendiri yang mencari arti!!!
yang ku pastikan hanya keyakinan diri untuk tidak bersedih hati saat melihatmu nanti..
tak akan aku biarkan berair mata karena iba
benar saja aku hanya berpura pura bisa..!!!
goyah dari kesepakatan yang aku tetapkan dimuka…
dan pada akhirnya aku hanya menahan tangisku sebisanya..
ingin sekali aku berlari mendekatimu,,, merengkuhmu..
menggenggam jemari jarimu yang terlihat tinggal belulang itu..
disampingmu tersimpul kopi yang menjadi pengingatku
kuat.. bau yang menyengat..
terdengar suara dahak yang mengoyak..
tak tahan aku menyaksikan itu…
ingin aku menggugat apa yang terjadi padamu namun aku tak berhak..
bagaimana boleh aku marah.. bagaimana boleh aku mencari sesuatu untuk dipersalah..
keadaanmu saja selalu kau syukuri seperti sesuatu yang indah terjadi..
bersyukur,,tetap bersyukur dan selalu bersyukur…
itu saja yang kau jadikan penenang dalam cobaan…
aku tak melihat ketidak berdayaan dalam dirimu..
meski kau sedang tak mampu dan tergolek layu…
justru aku malu menjadi terlihat lemah darimu..
menangis sedu sampai bernafaspun tak tentu..
lidahpun kelu...
tak sanggup berujar ini itu...
tidak menunjukan kelemahan tapi justru mengajarkan kekuatan..
kau berbaring saja …menopang kaki dan mebalikkanyapun tak bisa..
lemahhh??? Jangan dikira..!!
kau adalah seseorang yang kuat dari apa yang bisa kami lihat…
aku tak kuasa berhenti menghujanimu dengan segudang doa…
dan harapan harapan bahwa kau akan kembali seperti semula..
seorang yang ceria… seorang yang penuh tawa..
seorang yang menjagakan perasaan temannya..
lalu disaat tenang berlalu… anfalpun singgah di situ..
aku abaikan semua,,aku mulai menggenggam tanganmu..
kuat… kuat kau menahan kesakitan yang terasa..
aku melihat kau merasakan sakit yang luar biasa.. berkali kali merengkuh tangan ibundanya..
berkali kali juga kau membuatku merasakan genggaman terkuatmu..
benar benar ini luka…
aku terluka melihatmu meregang nyawa … bagaimana bisa aku tega …
namun...
malu aku… bahkan kamu menahanku untuk tak melakukan itu..
mungkin jika kamu bisa berujar kamu akan mengatakan… “jangan,,, jangan dan tah usah”..
sempat terbersit pikiran yang amat menakutkan…
bahwa apa yang kamu lakukan sekarang adalah bentuk perpisahan..
kamu merengku ibundamu,,dimasukan dalam dekapan semampumu..
meraih tangan ayah handamu
mengarahkan telunjuk kepadaku … isyarat permohonan maaf..
bodohnya aku tak langsung menyadari itu..
namun aku pastikan.. diantara kita tak akan ada dendam tak juga ada kebencian..
ya,,aku anggap itu sebagai interaksi untuk selama ini yang terjadi,,yang pernah kami lalui..
pertemanan biasa yang menyenangkan hati..
tak hanya itu…
kamu selalu saja menguatkanku,,menguatkan ibu dan ayah dan orang yang ada disekitarmu saat itu....
berkali kali kamu,
mengepalkan tangan dan jika aku artikan mungkin kamu akan teriakan “kuattt semangattt”
berkali kali..berulang kali... tapi justru itu menyayat hati
aku ,dia ,ibu dan ayahmupun beserta melakukan hal yang sama..
berdoa disampingmu berharap yang terbaik untuk dirimu…
sampai air mata itu habis disitu..
kamu kembali kepada keadaan yang lebih menengkan hati… sepertinya rasa sakit itu mulai lenyap saja..
meskipun tidak seluruhnya..
kamu membuat keadaanmu melegakan kami yang di sini..
sampai aku yakin bisa beranjak dari sisi dan pulang kembali…
lalu akupun berlalu dari gedung itu.. sambli terus mengingat apa yang aku pelajari darimu
rasa syukur,, kekuatan dan optimisme kepada takdir TUHAN..
dan aku juga meningat selalu..
bagaimana aku menggenggamnu ,,itu adalah yang pertama sejak sekian lama…
tak ku sangka itu jadi yang terakhir kalinya…
dan tak pernaha aku kira.. ini tadi pertemuan terakhir kita..
sepuluh tujuh dua nol satu tiga..
adalah kesakitanku yang paling luar biasa…
mimpi itu memang jadi pertanda…
kamu pergi setelah aku datangi…
kamu memberiku kesempatan untuk jumpa yang terakhir kali…
kamu telah berlalu dari sisi ibu dan ayahmu dari sisi karib dan temanmu dari sisi kekasihmu
kamu pergi dan kembali kesisiNYA tanpa boleh aku melihatnya…
kamu pergi sekarang ini.. hanya raga tapi..
karena aku pastikan kamu tetap hidup sebagai kenangan dihati kami..
dengan apa yang telah kamu ajarkan dan berikan..
sekarang.. tiada alasan untuk tak selalu mengenangmu sepanjang hidupku..
kini timbul kesadaran bahwa tak ada hal indah semasa dulu saat aku menyukaimu dan kamu menjaga hal itu..
terima kasih kamu memberiku kesempatan bertemu..
kamu menjadi orang yang tak akan tergantikan bahkan jika telah ada seseorang disampingku,,itupun tak akan setara denganmu..
menjadi kawan hidup yang baik…
menjadi teladan yang sempurna bagiku untuk bertingkah laku..…
ragamu boleh berlalu….
namun semangat dan kekuatanmu telah tertanam lekat dalam jiwaku…
sepuluh tujuh dua nol satu tiga… selamat jalan..
selalu tinggallah dalam kenangan..
0 komentar:
Posting Komentar