Aku hanya bisa
melihat punggungmu yang benar benar telah jauh dari jarak lihatku…
aku tak bisa merengkuhmu saat pedihku bertamu..
aku tak bisa bersandar dan
terdekap dipelukmu saat lelah hati merenggut semua energi
tanganmu tak lagi dapat meyeka air mata..
bahkan peluh sajapun harus kubiarakan hilang dengan sendirinya
aku tak bisa merengkuhmu saat pedihku bertamu..
aku tak bisa bersandar dan
terdekap dipelukmu saat lelah hati merenggut semua energi
tanganmu tak lagi dapat meyeka air mata..
bahkan peluh sajapun harus kubiarakan hilang dengan sendirinya
Hatimu sudah tak
bisa kubaca..
tidak.. bukanya tidak
tapi sejak dulu aku sudah tak mampu membacamu..
ku pahami berkali kali..tetap saja aku tak mengerti..
lantas kusimpulkan sendiri..
dan lalu aku keliru
tidak.. bukanya tidak
tapi sejak dulu aku sudah tak mampu membacamu..
ku pahami berkali kali..tetap saja aku tak mengerti..
lantas kusimpulkan sendiri..
dan lalu aku keliru
Dan kini.. aku berharap pada sepuluh tahun untuk menghapusmu
mampukah itu????
mampukah itu????
******
Terkadang kata
kata seperti itu akan dibuat oleh seseorang yang tidak tahu apa yang akan
terjadi dalam hidupnya,dan dalam hatinya itulah harapan . Sesuatu yang
dibayangkan yang ingin agar menjadi kenyataan suatu hari nanti.Namun, Apa yang dicurahkan
adalah sebatas apa yang dirasakan sekarang. Siapa yang akan menunggu sesuatu
yang tak pasti selama 10 tahun. Mungkin hanya dalam 1 bulan saja semua bisa
berubah. Dari yang suka jadi tidak suka. Dari yang cinta jadi tidak cinta atau
sebaliknya. Jadi apakah mungkin
membutuhkan 10 tahun untuk menghilangkan rasa,bukankah itu terlalu lama.
hal seperti itu hanya ada dalam drama,sama tulisan inipun dibuat karena
termakan drama. Ingat meteor garden 2, kakek nenek yang menantikan satu sama
lain selama berpuluh puluh tahun,dalam kehidupan nyata mungkinkah ada?. Mungkin
ada ,tapi sebelum aku melihatnya aku akan menganggap itu tiada pernah akan ada. Mana ada penantian yang tak pasti hingga sekian lamanya. Tidak kah 10
tahun itu terlalu panjang,bukankah bisa saja dalam tempo sesingkat singkatnya
saat kamu berencana menanti 10 tahun sebelumnya kamu telah dipertemukan
terlebih dahulu dengan jodohmu. Ikrarmu sepuluh tahun menunggu bukankah akan
hanya sia sia saja. Dan jadi omong kosong belaka.
Dalam cinta tak boleh
mengorbankan masa depan. Jika karena
cinta kamu pertaruhkan masa depanmu hanya untuk menunggu, bagaimana bisa cinta
itu kamu sebut cinta???
Namun, jika perasaan itu adalah sesuatu yang tak bisa diatur,disetting atau di perintah. Dan kenyataannya jika rasa itu tak kunjung hilang,jika setiap harinya bisa terus mengingat masa lalu,jika setiap harinya masih saja mengingat wajahnya,senyumnya dan mengingat hari hari saat bersama. mungkin 10 tahun itu benar benar akan jadi penantian.
Apapun jika itu dikehendaki Tuhan, semua akan terjadi bahkan jika itu membuat akal sehat kita berpikir konyol sekalipun.
0 komentar:
Posting Komentar