Aku
tak pernah percaya ada batas dalam sabar, ada keterbatasan dalam sabar. Sabar
itu luas tak berbatas,meneguhkan manusia pada itikad baik menerima segalanya.
Sabar itu tiada berujung menguatkan manusia akan keyakinannya semua akan baik
baik saja. Namun keterbatasan sabar itu berasal dari keterbatasan hasrat
manusia untuk tekun. Ketekunan itulah yang terbatas, terbatas pada kata
menyerah.
Aku
mencoba bersabar,sukses kah?? Tidak,akhirnya aku menyerah pada keadaan.
Akhirnya aku tak menekuni lagi kesabaran. Akhirnya aku jadi manusia yang gagal.
Itulah keterbatasanku sebagai manusia dalam menghadapi cobaan Nya.
********
Karena kemudian..
Karena kemudian..
Aku terbatas pada
sedikit saja semangat bertahan..
semangat berjuang dan rasa siap untuk menang..
Aku gagal,,, tak lagi dapat berperang dengan keadaan..
air mata yang jatuh lebih meracuni dari senyum senyum kekasihan..
dari cinta cinta manusia sekitar..
Aku terbunuh oleh amarah yang mencuat keluar..
seperti telah bangkit dari ketertiduran panjang..
kemurkaan membayangi pikiran,,menutupi hati dan membutakan kesadaran ..
aku tak hanya takut terluka..
tapi takut melukai…
aku tak hanya takut terbunuh..
tapi aku lebih takut membunuh..
maka kini aku berusaha menjauh
semangat berjuang dan rasa siap untuk menang..
Aku gagal,,, tak lagi dapat berperang dengan keadaan..
air mata yang jatuh lebih meracuni dari senyum senyum kekasihan..
dari cinta cinta manusia sekitar..
Aku terbunuh oleh amarah yang mencuat keluar..
seperti telah bangkit dari ketertiduran panjang..
kemurkaan membayangi pikiran,,menutupi hati dan membutakan kesadaran ..
aku tak hanya takut terluka..
tapi takut melukai…
aku tak hanya takut terbunuh..
tapi aku lebih takut membunuh..
maka kini aku berusaha menjauh
Keadaan melahap
akal sehatku..
menjerumuskan kesabaran dan keikhlasan kejurang dendam terdalam..
inikah aku sekarang…???
berlari menjauhi tebing jurang kelam kehidupan..
yang memusnahkan tawaku..
menghancurkan sendi sendi kebahagiaanku..
Lantas kini berjudi dengan nama nasib..
berakhirkah air mata..atau menjadi awal air mata yang lebih dalam
berawalkah kebahagiaan atau justru menjadi akhir dari segala macam harapan..
menjerumuskan kesabaran dan keikhlasan kejurang dendam terdalam..
inikah aku sekarang…???
berlari menjauhi tebing jurang kelam kehidupan..
yang memusnahkan tawaku..
menghancurkan sendi sendi kebahagiaanku..
Lantas kini berjudi dengan nama nasib..
berakhirkah air mata..atau menjadi awal air mata yang lebih dalam
berawalkah kebahagiaan atau justru menjadi akhir dari segala macam harapan..
Dan didalam
harapan kecilku,, beserta pula ketakutan terdalam..
dan disinilah aku berjudi dengan bertaruh segala hal …
dan disinilah aku berjudi dengan bertaruh segala hal …
Aku lari benar
dari segala hal yang meyulitkan..
tapi pun aku harus rela melepaskan keindahan dan kebahagiaan…
luka harus ditumpuk dengan luka..
sedih harus ditumpuk dengan sedih
setelah berlari jauh pergi..
lalu bahagia yang seperti apa yang aku cari..
jika dari semula aku tak bisa membedakan air mata yang mana yang berlambang duka…
air matayang mana yang membuatku merasa merdeka…
tapi pun aku harus rela melepaskan keindahan dan kebahagiaan…
luka harus ditumpuk dengan luka..
sedih harus ditumpuk dengan sedih
setelah berlari jauh pergi..
lalu bahagia yang seperti apa yang aku cari..
jika dari semula aku tak bisa membedakan air mata yang mana yang berlambang duka…
air matayang mana yang membuatku merasa merdeka…
Sampai disini ada
aku yang benar benar tak sanggup mengahapi ini semua.. SENDIRI
Dan disinilah
batas aku bertahan ….
*****
Setelah 170 hari.. dan
semua akan berubah.
0 komentar:
Posting Komentar