C'est Moi

Tertulis saja sebuah cerita yang tidak semua tentang saya atau kamu saja... tapi tertulis semua apa yang aku dengar dari mereka atau sekedar aku lihat dengan tak sengaja... Jadi bijaklah dalam menilai dan menafsirkan segala apa yang ada di "Hati Leny"

"Ho Scritto una storia d'amore senza inizio e senza fine per scriverla con te"

Pages

Senin, 27 Februari 2012

MAIYAHAN NUSANTARA

MAIYAHAN, satu kata ini belum familiar banget dikalangan temen temenku. Untuk mengajak mereka maiyahan aku harus menyiapkan jawaban dari pertanyaan yang akan timbul dari ajakanku. Dimulai dari apa itu maiyahan...? seperti apa itu maiyahan? dan untuk sekedar menjawab ternyata tidak mudah. Bayangan pertama mereka Maiyahan itu adalah pengajian. Mungkin tidak salah namun tidak juga tepat.

Baik buat yang tidak banyak tahu apa itu maiyahan aku bakal sedikit ngasih gambaran secara aku secara sudut pandang dan apa yang aku ketahui. 
Singkat sejarah,Maiyah itu lahir menjelang digelarnya Sidang MPR 2001 tepatnya tanggal 31 Juli 2001. Maiyah yang diasuh oleh Cak Nun (Emha Ainun Najib) ini menawarkan konsep yang lain dari sekedar pengajian. Maiyah ini adalah Forum universal yang siapapun dari Suku,Ras dan Agama manapun bisa turut serta. Maiyahan sendiri rutin digelar diberbagai tempat di pelosok negeri,dan disetiap tempat dikenal dengan nama yang berbeda beda yaitu ada Padhang Mbulan ada di Jombang (Jawa timur) tempat kelahiran Cak Nun dan rutin digelar setiap tanggal 7 dalam satu bulannya, Bang Bang Wetan di Surabaya di gelar setiap tanggal 8 dalam satu bulannya, Kenduri Cinta di jakarta setiap tanggal 10 dalam satu bulannya, Mocopat Syafaat di Jogjakarta setiap tanggal 17 dalam satu bulannya.dan untuk semarang yang sering aku ikuti bernama Gambang Syafaat yang rutin digelar setiap tanggal 25. Dan secara tentatif maiyahan juga sering digelar diberbagai kota di indonesia dengan sebutan yang lain lain pula semisal Papparandang Ate di Tinambung,Mandar,Sulsel ada juga Tali Ka Asih di bandung dan Obor ilahi dimalang. Dari yang aku tahu juga Cak Nun bersama Official Teamnya mengupayakan untuk rutin menyelenggarakan maiyah di Bali. Dan dibali jemaah maiyah pun beragam dari mulai muslim hindu kristen menjadi satu.

Maiyah sendiri dimaksudkan untuk menjadi sebuah dasar kesadaran kebersamaan meraih semangat bertahan hidup bahwa ALLAH berada disetiap nafas kita. Dimana Maiyah itu sendiri mengajarkan kita untuk sadar diri tentag kapasitas kita sebagai hamba ALLAH dan sebagai warga negara Indonesia. di Gambang Syafaat yang bersemboyan "Untuk Kesejahteraan dan Kebersamaan Indonesia" ini banyak mengulas tentang keprihatinan terhadap Indonesia. Yang dimana nilai nilai moral sudah dikesampingkan. Di gambang Syafaat biasanya menghadirkan pembicara pembicara yang aku bilang "ngawur2an" tapi banyak ilmunya. Seperti Pak Ilyas beliau itu Dosen Unnes yang sukanya menghina dan mem PEKOK2an mahasiswa lucu dan bikin ngakak namun disetiap argument yang beliau keluarkan itu kadang logis juga yang membuat kita jadi banyak keluar kalimat ";ooooo iyaya" aku baru dua kali maiyah yang ada pak Ilyasnya namun dia udah jadi pembicara paporit soalnya bikin ngakak. Lalu ada Pak Saratri Wiloyudo yang merupakan Dosen Unnes Fakultas Teknik Sipil apa yang di usung juga menarik namun pribadi aku lebih suka membaca tulisan tulisannya yang di website Maiyah http://www.caknun.com/ . sebernernya tiga serangkai namun aku belum pernah ketemu yang namanya Pak Budi. *3Serangkai (Pak Ilyas,Pak Saratri dan Pak Budi). Lalu dari moderatornya ada yang namanya Cak Imin dari surabaya. Dan Objek utama penarik jemaah adalah Cak Nun sendiri,tapi Cak Nun tidak selalu ada di setiap gelaran Gambang syafaat. kalau Gambang Syafaat 25 Januari 2012 lalu ada pembicara yang bikin semangat yaitu Kang Anis dari pati. Beliau ini hampir hampir menyerupai gaya bicara Cak Nun Tegas dengan power mantap. Apa yang di usung kang Anis juga menarik dan tidak lupa selalu membikin ketawa. Kalau lagi berentung Cak Nun ada disertai Kiai Kanjeng. Pemusik yang merupakan Partner sejati Cak nun ini bermusik menggunakan Gamelan dan instrument pendukung lainnya. Daya tariknya adalah musik musik yang dibawakan bernuansa global universal dimana musiknya bisa diambil dari manapun dan di aransment menjadi pengiring Sholawat.

Untuk Maiyahan 25 Februari 2012 ada pembicara yang dikatakan akan rutin mengikuti Gambang Syafaat yaitu Kang Sobari. Karena Cak nun tidak hadir ada pak Toto raharjo yang bisa dikatakan managernya Cak nun dan kiai kanjeng yang mengatur jadwal bisa atau tidaknya cak nun  kiai kanjeng mentas. Ada juga kelopok musik dari IAIN Walisongo "Rampak pertiwi" Semarang yang mulai dari malam tadi dikatakan akan rutin menemani perjalanan Jamaah Maiyah Gambang syafaat.

untuk Maiyahan setiap gelarannya mengusug tema tema yang berbeda. Jamaah pun diberi kesempatan untuk bertanya,menyanggahi, membenarkan atau memeprsalahkan apa yang dikatan pembicaraa. Maiyah ini forum bebas berbicara namun masih pada konteks konteks yang baik. Semua umpatan yang dimanapun dilarang atau dihindari justru dimaiyah ini semua muncul seperti "DJANCOK" yang jadi cirikhas umpatan orang maiyah serta pekok atau umpatan lainnya. Maiyah itu juga bisa aku katakan forum evaluasi bagi kinerja aparat serta para petinggi petinggi bangsa. Dimana kita bebas berbicara tentang pemerintah dan segala kebusukan yang telah mengakar dan membuntut perjalanan Indonesia kejurang kehancuran. Maiyah juga menjadi Forum untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, bagaimana kita harus bersikap dan hidup dalam tataran kebaikan. 

Namun,bagi mereka yang komunis, skeptis serta fanatik terhadap satu golongan mungkin tidak bisa menangkap konsep maiyah ini karena mungkin dianggap Frontal dan lain sebagainya. Ada beberapa pihak yang menganggap maiyah itu berunsur negatif,dari pengasuh Cak nun yang sering juga disebut setan dan sebagainya karena kefrontalan serta ke se enakanya Cak Nun dalam berbagai hal membuat sebagian kalangan memandang sebelah mata. Seperti mengaransment musik Joy to the world yang biasa dinyayikan setiap natal menjadi pengiring Sholawat. atau Shalom alakhem yang merupakan lagu gereja menjadi sholawat Global menjadi hal yang buruk bagi sebagian golongan. Namun tidak bagi Cak Nun Kiai Kanjeng dan Jamaah Maiyah.

Namun tidak bagi jamaah dan aku khususnya, Apa yang ada di Maiyahan ini serta apa yang dibicarakan oleh Cak Nun adalah sebuah bentuk cara untuk membuka mata serta kesadaran kita terhadap apa yang ada di sekitar. Apa yang dibicarakan tidak hanya mengahruskan kita mendengar namun justru unsur penting yang dibicarakan adalah untuk supaya kita berpikri. Yang di pertegas oleh Cak Nun "wong Maiyah kui gak oleh goblok". kita itu dituntut pintar untuk melihat sekitar. Cak Nun menjadikan banyak hal menjadi sebuah pemikiran Logis pemikiran yang tidak memberatkan. Tema tema yang di usung adalah lebih kepada tema Nasioal tema Bangsa. 

Jadi Maiyah pada intinya bukan sekedar pengajiannya orang islam. Tapi bisa dikatakan pengajiannya Indonesia. dimana semua Agama Golongan Suku dan Ras manapun bisa menjadi satu dalam kebersamaan. Yang mengajak kita berbenah diri untuk menjadi manusia yang tidak menyusahkan merepotkan dan menjadi parasit bagi Agama dan Bangsa Indonesia.

Dokumntasi pribadi :

Pak Saratri,Kang Anis,Pak Ilyas

Kelompok Sholawat Unnes

Nugroho dan Cak imin

CAk Imin



Jamaah Maiyah (seorang cina)

Letto Maiyah 25 November 2011

beberapa foto yang sempat di abadikan.





3 komentar:

NATIONAL GEOGRAPHIC mengatakan...

Pingin ikut maiyahan.... waktu dan tempat tolong di infokan... makasih

NATIONAL GEOGRAPHIC mengatakan...

Satu lagi...Di Ambarawa ada komunitasnya pa gak..makasih lagi

NATIONAL GEOGRAPHIC mengatakan...

Satu lagi...Di Ambarawa ada komunitasnya pa gak..makasih lagi

Posting Komentar

 

(c)2009 HATI LDY. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger