C'est Moi

Tertulis saja sebuah cerita yang tidak semua tentang saya atau kamu saja... tapi tertulis semua apa yang aku dengar dari mereka atau sekedar aku lihat dengan tak sengaja... Jadi bijaklah dalam menilai dan menafsirkan segala apa yang ada di "Hati Leny"

"Ho Scritto una storia d'amore senza inizio e senza fine per scriverla con te"

Pages

Sabtu, 04 Februari 2012

ngantuk crazy

Menyebalkan sumpah..

Seolah ngantuk itu udah jadi bakat,udah gak terpendam lagi pokoknya. Ini pagi aku ngatuknya bukan main. Berangkat kerja sampai ditempat aku ngaca,merah ni mata sumpah. Sampek belekan ni mata gara gara seringan nguap. Heran.

Aku sampai rumah paling banter jam 8 malam. lupa mandi lupa makan trus tidur. Tapi paginya ngantuk tetep aja mendera. Iya s kadang kebangun jam 2 buat mandi trus kagak bisa tidur lagi.aku gampang ngantuk tapi doyan begadang juga.

Maunya kagak begadang la emang gak bisa tidur mau diapain coba. Lagi browsing internet buat dapet tips tidur yang sehat juga ngilangin ngantuk… kalo gini tiap hari parah. Makin kaya panda ni mata.

Sepasang Tua :Setia:

sumber : Di unduh dari Dokumentasi pribadi FB VSN

Sepasang tua,

Berkali aku melihat mereka,,jelas tidak sengaja
mengenalpun kursa tidak,,
tapi membuat iri..

Sepasang tua,

Terlihat begitu rapuhnya mereka termakan usia..
namun jelas tergambar satu abadi dari mereka
KESETIAAN,saling mendamping sampai hayat,
sampai jiwa terpisah dari raga mereka

Sepasang tua,

Tersenyum dikesukaran mereka..
saling merengkuh dan menggenggam tangan erat..
bergandeng di kelam badai hidup..

Sepasang tua.

Ringkih,berjalanpun tertatih…
terlihat keriput,terlihat tak ada daya…

Sepasang tua.

Dengan segala kekurangan mereka tertawa bersama,
bergandeng tangan dikesepian hidup
seolah dunia tetap milik mereka berdua

Sepasang tua,

Cinta yang tak pernah terpadam oleh usia..
cinta yang tak pernah disusut masa… mereka tetap bersama

Sepasang tua,

Yang setia pada hidup,, susah senang bersama
yang tak peduli datang sukar bersama..mereka hadapi
luluh hati melihat sepasang tua.

mengartikan cinta bukan pada sebuah rasa,,tapi kesetian pengabdian dan kebersamaan

Sepasang tua adalah cermin sebuah setia…. hidup mati bersama susah senang setia

Jumat, 03 Februari 2012

Someone to Love




Someone to Love…

Adalah dia yang suka berbohong…
selalu merevisi ucap ketika telah perang kata…
selalu jujur dikemudian setelah enyam kecewa

Someone to Love…

Seorang jauh dari marah,..’
sekalinya marah teredam oleh sabarnya..
belajar dari mana dia ???

Someone to Love…

Aku marah dia mereda,.
tempur kata untuk kemudian dia dewasakan diri
mengalah,dan jadinya damai

Someone to Love…

Tidak ada tuntuntan,.
tidak pula ada paksaan… dan tidak pernah sekalipun mengharuskan..

Someone to Love…

Mengerti,memahami dan sekalinya selalu membelajari..

Someone to Love…

Berani terluka,berani sakit dan berani dengan resiko..

Someone to Love…

Tetap dengan senyumnya ketika ditangiskan…
tetap dengah rendah hatinya meskipun dijatuhkan…

Someone To Love is You…

Kamis, 02 Februari 2012

BLackOut

Sudah pada titik jenuh bertanya tanya. Sekarang senjapun sampai tidak ku pandang indah. Terikan mentarik tak ku pandang menarik lagi. Matahari terbit dan tenggelam pun sudah tidak perduli. Meretas hidup dalam kebohongan. Itu adalah aku. Bagaimana mungkin semua yang terjadi bisa serumit ini. Tentu,itu disebabkan oleh aku sendiri. Bukan karena telah bermain hati atau bermain teka teki.

Seperti ingin aku merengkuh sebuah gunung tapi tanpa daya. Dicampakan,itulah saat ini pikir merajai. Masalalu memang tapi bagaimana semua tersimpul dimasa sekarang. Bodoh, sudah lewat dulu dipendam tapi sekarang dikuak dan terpikir sampai sedalam ini. Lucu,seperti sebuah theatrical dengan gerak lambat. Aku membayangkan kejatuhanku dulu,kemudian dibangkitkan oleh seorang dan justru dengan kejam aku menjatuhkan seorang itu. Terbayang oleh kesalahan telak serta rasa yang kian tak terkira maunya. Semua mebuat jera. Seperti terpikat pada pesona bunga tapi keluar serbuk racunnya.

Semakin mantap tentang makna hidup. Filosofi hidup yang sudah sekian umur menjamur sebagai sebuah ketetapan. Iya ,aku tahu hidup itu adalah pilihan. Dan aku pernah menjadi orang yang salah dengan hidup. Sudah pernah dipilih dan memilih namun kemudian disiankan dan kusiakan. Menyesal ….??? Pasti dan sangat hebat. Tertawapun aku sanggup terbahak setelahnya menangis keras. Penyesalan yang sekecil apapun telah ku lakukan menjadi sebuah penyambuk disetiap hariku hidup. Berusaha memperbaiki namun terlalu banyak berfikir. Lalu kemudian aku terlambat. Dan bagaimana tidak,aku lebuh jauh sangat menyesali.
Dimulai dan berawal dari aku yang sombong dengan kebisaanku merelakan seorang. Menjunjung tinggi asas asas mitos percintaan. Semu fana dan intisari dari sebuah kemunafikan hati manusia.” Cinta tidak harus memilki. Cinta bagaimana dia bahagia aku akan turut serta berbahagia”. Kalimat dan hanya teoritis tanpa arti. Benar jika ada seorang yang begitu mengolokku dan menertawakanku karena teori picisan itu. Dan jelas bagaimana seorang begitu tidak percaya. Dan aku paham benar kenapa dan apa alasannya.

Bukan aku telah menyesali pilihanku,tidak. Sama sekali tidak terpikir bahwa yang terjadi adalah kesalahan yang tak patut disyukuri. Yang aku sesali adalah langkah langkah yang aku tempuh dan jalani begitu banyak membuat orang kenyang luka karena makan hati.
Dimulai dari ketakutanku sendiri. Meskipun matahari dan bulan tak menggeserkan kedudukannya,tak mengalihkan fungsi nya. Aku tak kuasa meredam segala pikir syetan yang menggelayuti. Takut pada omong,takut pada pandang takut pada segala kesimpulan yang di arahkan padaku. Sendiri membuatku mudah jenuh,mencari,melaba dan segala usaha menyenangkan diri. Mungkin semua binatang menertawakanku. Seperti menjajakan diri bukan..??? dan ketika telah ada yang menawarku dengan segala kesenangan,keriangan aku pun terbawa dan kemudian lupa.

Tanpa berpikir bagaimana disana dan disini. Aku melepas kulit lukaku dan cuba ber regenerisasi. Suka belum sama sekali terasa dukanya. Namun tak selang lama semua kembali pada titik sirna bahagia. Kembali pada poros kesukaran dan kerumitan mendera. Seorang yang pernah menyia yang begitu kuat rasa ini kembali hadir. Sungguh diluar kira. Bagaiman keyakinan hanya sekuat batang bambu. Jelas mudah patah dan jatuhnya melukai seorang yang memilih. Pusing bukan kemudian. Sangat membikin kalut dan semerawut. Hidupku jelas jadi berwarna karena nya. Namun berwarna hitam dan merah saja.

Sekarang karena ketidak mampuan dan berdayaan diri sendiri membuatku kejam dan begitu sadis. Dulu dicampakan sekarang balas mencampakan. Dosanya adalah aku mencampakan hanya karena berdasar bimbang,takut dan ragu. Sunggu gilaku telah setinggi dan lebih dari pada tiang penyangga. Sudah patah jatuh mau apa. Ya sudah aku biarkan begini.

Aku bercerita aku bahagia dengan aku yang sekarang ini. Dan seorangpun berkata “baiklah”. Aku tertawa dan tetap kekeh pada diri yang sendiri. Tidak padanya tidak untuknya. Tidak disini dan juga tidak disana membuatku ringan. Sudah bodoh tambah bodoh. Itu aku. Diberi kebijakan memilih tapi ku siakan. Pada kata lama harusnya aku bisa bersambut,tapi aku takut,telah dijatuhkan,sakit lukanya hilang,rasapun sangat dan masih dalam. Namun tersisa bekas luka yang mengingatkan pada sakitnya. Disebut apa itu..?? TRAUMA. Dan jika kemudian aku memilih kata baru,tak sanggup mengulang kegilaan batin yang sama. Menggantung karena hati terbawa pada kata lama. Takut pada makian dan cercaan. Takut pada mata seorang takut pada ucap seorang. Meskipun hati telah sedikit terbawa karena tawaran kebaikannya.

Sudah jelas mudah pada yang mana bukan. Namun tidak,perkataan itu adasebelum aku menjadi seorang penyia. Sekarang aku lebih tidak tahu maksud dan harap hati. Hidup itu pilihan,dan sangat jelas. Aku ingin mejadi seorang yang konsisten tanpa ragu akan apa yang telah terpilih. Itu yang menjadikan sekarang rumit. Meskipu satu diantara telah jauh pergi melepas tapi tak semudah berangan aku tidak bisa begitu saja menjatuhkan pilihan. Tidak perduli tidak ada yang mau aku pilih. Yang terpenting aku tahu hati ini maunya apa itupun sudah cukup lega. Meskipun pada akhirnya aku “tanpa”. Sendiri dan mulai haru  mencari kembali kesungguhan hati.

Kenapa begitu, Karen Dua Hati. Manusia tidak boleh serakah atas apapun. Dan aku ingin mejdai manusia yang tahu diri. Aku ingin menyatukan hati yg terbagi dua ini menjadi satu untuk satu,dan hanya pada satu. Kemudian ketika dua itu membuatku tak tentu arah maka aku akan menguji. Bagaimana kuatnya sayang yang mereka lontar. Aku menghilang tiba tiba… lalu silahkan berbuat dan bagaimana meyakinkan bahwa satu hati ini pantas untuk satu pada satu diantara dua. Jika dari dua tak menghendakinya maka lepaspun aku telah bersiap rela.

Hidupku tak hitung waktu,tidak tahu akan lama atau sekejap saja. Aku mencari bukan apa yang dipunya dari materi. Tapi apa yang diberi dari sebuah hati. Ketetapan serta kesungguhan. Bagimana aku akan melihat usaha. Apakah sayang apakah tidak tergantung dengan aku yang memposisikan diriku hilang dari pada dua. Tidak ingin seperti tebang pilih. Aku tidak ragu menenbang semua sampai lahan ini kosong. Setelah semua rata ada saat dank ala aku menanam satu hanya untuk diriku. Yakinkanlah pada hati apakah seoarang jahad sepertiku patut bagimu.

Sudah berkata aku lelah bertanya. Aku inginkan seorang dengan sadar berkata maunya,inginya atasku. Jika aku harus menunggu,jelaskan padaku apa yang aku tunggu. Take and give yang tak pernah seimbang menurutku cobalah yakinkan aku telah kau seimbangkan. Berpikirlah dan yakinkan serta tetapkan hati. Jika kemudian aku merasa telah patut diantara kalian aku kemudian akan keluar kembali dan menegaskan maunya hati.  Masih atau tidak masih ada kepedulian darimu darinya dari semua terhadapku yang busuk ini.


“hidup terlalu singkat untuk tak berbuat,hidup terlalu indah untuk tak berubah” kata Letto

Kamis, 12 Januari 2012

How Can..???

Cerita sebuah cerita teman

Begitu elok sebuah hubungan yang begitu harmonis, dengan usia hubungan yang tak tebilang tua ataupun muda namun terlihat begitu selaras. Kres dan geseh menjadi bumbu cinta yang lebih mengharmoniskan dan mengintimkan sebuah cinta sesungguhnya. Berjalan lama dan aman dari awalnya. Cinta yang terlalu mudah di dapat.

Tapi bagaimana mungkin dari sebuah hubungan yang berjalan tanpa sadar terselip pertanyaan. “begitu aman kami berjalan, begitu mudahnya kami sekarang, badai yang menerjang pun kadang justru menyejukan. Bagaimana kami nanti?”..

Sebuah ketakutan yang berdasar pada pikiran menanamkan bahwa harus ada cobaan untuk sebuah kekuatan. Dan cobaan itu muncul setelah bertaun berjalan. Sangat mengagetkan dan tidak disangka. Begitu banyak kata kenapa,, how can?, membuat seolah semua berhenti diwaktu yang sama. Tidak berjalan dan hanya terdiam. Cobaan itu sekali datang dan membuyarkan,segalanya tak tersisa namun bekasnya menorehkan luka.

Semua kerumitan dimulai dari sebuah perpisahan dan keputusasaan. Bagaimana sulitnya dia menerima dan bagaimana sulitnya dia dalam kesendiriannya mencoba menerima. Menjadi seorang yang begitu labil dia kala itu. Dia hanya berfikir bagaimana menghentikan tangisnya, bagaimana dia untuk bisa lupa dan sibuk mencari partner untuk menerima keluh kesahnya, menemani dan berharap mampu membuatnya lupa untuk bisa tidak menangis kemudian.

Ke egoisan itulah membuatnya salah melangkah. Bagaimana kemudian dia sangat tidak bisa membentuk karakter dan berpegang pada prinsip serta melupakan keyakinannya atas sesuatu. Mudah sekali dekat dengan orang hanya dengan harapan dia bisa melupakan yang lalu. Kedekatan yang diharap memang tidak lebih dari sekedar teman berbagi.  Namun ada kalanya kedekatannya dengan seseorang begitu banyak menimbulkan pekara yang kemudian membuat nya menyesalkan itu. Bukan karena dia malu,namun pekara itu justru menyulitkan orang lain. Segudang rasa tidak enak menghantui ketika timbul pembicaraan orang yang kemudian menyulitkan seorang teman.

Setelah dirasa menyulitkan,pada akhirnya dengan sendirinya mereka menjauh. Kasihan, justru itu membuatnya makin tidak karuan dan berfikir bahwa dia sendiri. Sampai kemudian ada seorang teman yang begitu baik padanya. Teman yang memang dianggapnya teman. Begitu mudah di ajak berbagi dan berbagi kebahagiaan. Pengalaman dan posisi yang sama memunculkan kedekatan. tidak lama memang. Hubungan pertemanan berjalan baik. Sampai pada akhirnya satu dari mereka terjatuh dan terperangkap dalam perasaan sayang.
Dan itulah awal darinya merasakan kegundahan yang teramat.

To be continue

Nb: bersambung sampai dia menemukan jawaban dan sebuah kepastian dan mendapatkan pencerahan.

Kamis, 05 Januari 2012

Believe

Dan bagaimana aku ketika aku tahu aku akan jatuh dan sendiri.  Bukan sengaja melukai,bukan sengaja pula di lukai. Dan bagaimana ketika rasa sayang ini telah begitu untuknya dan di tepis begitu saja. Aku tahu bagaimana sakitnya hatimu ketika kau mencintai seseorang namun cintanya terbagi pada yang lain. Bagaimana goresan itu timbul ketika kau ucap sayang namun tak berbalas sayang, kau bilang rindu tak berbalas rindu. Itu bukan karena aku yang tidak merasakan hal yang sama denganmu. Aku hanya tak ingin mengumbar dan menunjukan padamu. Jika diamku adalah sebab keraguanmu maka aku akan pasrah. Bukan tidak ingin memperjuangkan,namun aku tidak ingin merasakan lebih.

Pernah ketika aku begitu menyayangi seseorang mengungkapkan dengan yakin,tapi terjatuh kemudian. Ketika rindunya ku blas rindu, ketika sayangnya ku balas sayang itulah sebab luka yang tak pernah sembuh saat kehilangan. Aku menyayangimu sama seperti aku menyayanginya “dulu”. Namun biyarkan aku simpan, tak perlu aku balas timbal katakan dan ungkapkan itu padamu.

Tak pernah berniat menyakitimu dengan segala keraguanmu padaku. Tak pernah memaksa kau harus meyakini rasaku. Yang aku paksakan adalah tidak ingin sekalipun ditinggal. Entah akan sebenci apa aku ketika kau biyarkan aku terjatuh sendiri kali ini. Masa laluku memang tidak akan terlupakan. Tidak sedikitpun. Namun rasa yang pernah ada di masa lalu bisa aku singkirkan perlahan. Dan sedih tangis meski hanya sekedar mebayangkan  kau tak lagi ingin memperjuangkanku.

Tak akan sekalipun aku membandingkanmu dengan yang lalu. Jika kau anggap dirimu keburukan, maka aku akan anggap diriku sebuah kebaikan yang akan membawamu yang akan turut merubah keburukan menjadi sebuah yang baik. Jika kau anggap sakit ku ini adalah sebab darimu maka sembuhkan karenamu juga.  Lamanya kesetiaanmu menjadi penjaga hatiku akan berbuah pada sebuah kesetiaan yang tak terbatas untukmu. Tak sedikitpun setelah ini memberimu kesempatan untuk meninggalkanku.

Karena kini kau adalah sebagian dari hatiku. Betapa bodoh ketika aku larut dalam masa lalu dan mengorbankanmu. Karena tidak lebih berharga seorang yang kita cintai dari pada dia yang mencintai kita. Dan ketika aku tahu siapa yang menyayangiku, siapa yang mencintai dan rela memperjuangkan orang sepertikuu,maka dialah yang sepantasnya aku pertahankan. Tetaplah bersamaku,tetap lah jadi sebagian dalam sebab kebahagiaanku, jadilah sebagian dalam hidup dan hatiku. Aku akan siap buta untukmu, tak akan aku melihat ekpresi orang ketika aku bersamamu,ekpresi yang akan kembali menyurutkan tekatku. Dan aku rela bisu untuk tidak beradu pada mereka yang mencaciku, dan aku akan tuli untuk tidak mendengar setiap perkataan mereka yang akan mempersulitku perkataan mereka yang akan menjatuhkanmu dihadapku, atau bahkan perkataan yang akan sangat menjatuhkanku dimata siapaun yg mengenalku.

Tidak perduli seburuk apa kau bagi mereka, tak perduli seburuk dirimu kau anggap. Aku akan masuk dan memperbaiki semua keburukanmu. Mohon jangan ragu, ketika kita survive bersama dalam kondisi yang seperti ini semua tidak akan mempersulitku. Dia hanyalah masa lalu, mereka hanyalah godaan. Aku bagimu adalah masa depan, kamu bagiku adalah sumber kebahagiaan. Tak peduli mereka mencaci,, jauh disana dari pihakku ada segudang doa dan dukungan. Bahkan masalalupun senantiasa mendoakan Mereka yang harusnya kita dengar. Kau adalah bagianku sekarang. Maka tak sedikitpun aku memberimu celah untuk kau tinggalkan.

tak ada sedikitpun alasan untuk tidak bersama.

Jumat, 23 Desember 2011

Cerita Pendek :Tanpa Judul:

Gempar terdengar  di rumah yang sebesar kandang kambing itu. Semua dibantingnya,entah kenapa ayah sekalut ini. Bahkan mungkin besok aku akan makan dengan alas daun pisang. Ketiga kalinya aku pulang malam.

“apa salahku sampai ayah semarah ini padaku …??” ujarku heran melihat ayah yang biasanya begitu lembut namun sekarang seolah siap memakanku.
“masih bertanya…?? Apa yang kamu lakukan sampai pulang selarut ini,,kamu itu anak gadis”bentak ayahku yang biasanya begitu murah senyum.
dan aku melihat ayah sekali lagi memandangku dengan tajam. Dan membanting asbak yang ada di sebelahnya. Aku hanya bisa menangis,aku hanya seorang gadis belia berumur 16tahun. Tidak berani membantah ayah. Meskipun aku masih bingung kenapa ayah begitu marah besar padaku,padahal aku hanya pulang malam.

”maapkan aku ayah kalau aku menyakiti ayah,.”..ratapku.
ayah terdiam sejenak sembari menatapku,dan kemudian berkata “masuk…!!” sambil menunjuk pintu kamarku. Ayah sama sekali tidak menjelaskan kemarahannya malam itu disebabkan apa. Dikamar yang tak lebih besar dari kamar mandi ini aku tiduri dengan adik laki2ku yang berumur  6tahun. Aku menangis sembari melihati adikku itu. Kami yatim,tidak punya ibu. Dan ayah banting tulang untuk menghidupi kami.


Pagi hari aku sudah tidak nampak Ayah dirumah. Tidak biasanya ayah tidak mebangunkanku. Aku membantu adikku mandi dan menyuapinya sarapan. Dan sebelum aku pergi aku menitipkan adikku ditempat sodaraku yang tidak jauh dari rumahku. Aku berangkat kerja ,menuju pertokoan di pasar besar yang ada di daerahku. 

Hari itu sepertinya aneh,aku merasa di ikuti namun sekali dua kali aku menoleh tak seoarangpun ada di belakangku. Untuk kepasar aku perlu waktu 20menit karena aku harus berjalan kaki. Aku bekerja dari jam /9 sampai jam 1 siang. Bosku adalah seorang cina yang menurutku baik. Dia prihatin dengan kondisiku.
“sore ini luangkanlah waktu,dia membutuhkanmu” ujar koh liem dengan logat cina yang masih kental,itu nama bosku
“baik koh,tapi mungkin tidak bisa sampai malam seperti kemarin. Entah kenapa ayah saya marah saya pulang malam”jelasku pada koh liem,sembari kipas kipas dia menyanggahi penjelasanku.
 “baiklah,mungkin tidak akan sampai malam,nanti orang saya jemput kamu. Ini saya mau pergi dulu.jaga toko”
setelah berkata koh liem pergi. Jam 1 tiba aku mulai beres beres toko. Dan segera pulang untuk melihat keadaan adikku. Ayah jelas belum pulang,ayah pulang diatas jam 7 dan adikku akan tetap di rumah soadarku sebelum ayah atau aku menjemputnya. Setelah melihat kondisi adikku yang baik dan sedang bermain aku pergi menuju jalan raya,disitu jemputanku suruhan koh liem. Sampai di rumah dimana dalam seminggu ini aku sering kesana. Rumah yang mewah dan megah. Aku bekerja sambilan disana.


“atika,,mas dika sudah menunggu anda lama,dia dikamar..silahkannn..” pelayan rumah yang biasanya menyambutku dan kemudian mengantarkanku kekamar dika.
“terima kasih” ucapku kepada pelayan yang aku bilang sangat sangar.
“kembali” dengan halus dia menyauti.
aku tutup pintu dan melihat dika sedang melamun. Aku menghampirinya dan kemudian dia memelukku. Seperti biasa. Aku menemaninya lama. Dia tidak mengijinkanku pulang meskipun diluar sudah malam. Jam menunjukan pukul 9malam,dan aku teringat kemarahan ayah. Kemudian dengan sedikit rayuan aku meminta dika untuk melepaskanku dan membiarkan aku pulang. Dan pada akhirnya aku bisa pulang karena dika tertidur kelelahan.


Aku diantar penjaga rumah itu sampai jalan dimana aku dijemput tadi. aku merasa lelah dan merasa tidak enak badan. Dengan was was cemas aku membayangkan bagaimana ayah melihatku pulang kembali selarut ini. Aku bedoa pada TUHAN semoga ayah tidak marah lagi padaku. Aku mengetuk pintu tapi pintu tidak terkunci rupanya. Ayah sudah ada di ruang tamu dengan tatapan yang jauh lebih menakutkan dari pada kemarin. Tidak ada kesempatanku untuk menyapa atau memberi salam. Ayah berdiri dan langsung menyeretku tanpa ampun ke kamar mandi. Aku disiram tanpa ampun dan ditampar.

“anak tidak tahu diri,anak tidak punya moral,susah payah ayah membesarkan…”marah ayah tersengal karena kewalahan memegangiku yang memberontak.
“atika salah apa ayah??..”tanyaku yang selalu terpotong karena siraman dan tamparan dari Ayah. 
Mulutku berdarah,aku merasakannya namun itu tidak mebuat ayah berhenti menyiramku. Seoalah aku begitu kotor dan ingin sekali ayah membersihkannya. Aku menangis tidak kuat bertanya lagi. Sudah lelah karena bekerja dan harus menerima pukulan berulang. Dengan lirih aku memohon pada ayahku “ampun ayah,ampun” berujar tanpa tenaga samar terdengar suara ayah “tidak ada ampun untuk anak sepertimu,tidak bisa menjaga harga diri,biyar miskin tidak usah kita menjual moral”. Semakin lama semakin terdengar kecil suara ayah.dan lantas aku tidak mendengar suara apapun. Aku tidak sadarkan diri.


Lemas,aku seperti bermimpi buruk.saat membuka mata aku sudah ada dikamarku.  Aku ingin bangun dari tempat tidurku,namun semua ngilu,sekujur tubuhku terasa nyeri tidak tertahan. Dan aku meraba wajahku,bengkak dan satu gigiku tanggal. Ternyata bukan mimpi pukulan ayahku ini. Aku melihat ryan,adikku menangis. Dan ketika aku menyebut namanya dia justru datang memelukku. Entah kenapa mendapat pelukanya tidak membuat rasa sakitku begitu sakit,aku menerima pelukan adiku. Tapi justru aku terkaget karena aku melihat adiku lebih tinggi dari yang sebelumnya. Dan dia tidak menghampiriku dengan merangkak. Ryan berdiri,”dek,kamu bisa berdiri dek??” ujarku sambil memaksa untukk bangun. “mbak tika,terima kasih” dan ryan lebih erat lagi memelukku sambil menangis lebih sedu. Ayah masuk dan sejujurnya aku merasa takut,namun ketika aku melihat wajah ayah yang kembali hangat aku hanya bisa merintih dan menghampiri ayah.

“maapkan atika ayah,maapkan atika kalau atika mengecewakan ayah. Atika bingung ayah,kenapa ayah semarah itu dengan atika”menangis dalam sujudku pada ayah. 
Aku tidak berani menatapnya saat itu. Dan ayah mengangkatku kemudian aku melihat air mata ayah tumpah. 
“maafkan ayah tika”. 
Lantas ayah juga memelukku dengan erat. Bukan hanya rasa lega ayah tidak marah lagi,namun justru rasa heran dan bingung yang mendalam kenapa ayah tiba tiba seperti ini. “maafkan ayah nak,,ayah telah salah menilaumu” ulangi ayah dan lebih deras menangisnya. Aku melepaskan pelukan ayah dan kemudia aku menyeka air mata ayah. 

Terdengar suara yang berlari mendekat ketempatku berada sekarang. “mbak tika….. “teriak dika,aku kaget kenapa dika bisa sampai kesini. Seorang anak laki laki berumur 5tahun penderita autis ini lantas menyongsongku. Aku berjongkok dan menyambutnya. Dia menatapku dalam,dan menyentuh pipiku yang memar dan bengkak. Dengan kepolosannya dia berujar “kakak tika,kemarin kog tidak datang,dika main sendiri” rengek dika. Aku baru tersadar ternyata sudah dua hari aku tidak bangun. Ayah dan ibu dika cik melin dan koh liem menghampiriku,
”syukurlah kamu orang sudah sadar tik”ujar koh liem. “untung saja dika ingin ketemu kamu orang jadi kami bisa tahu kondisi kamu orang,dokter bilang kamu kecapekan,dua hari kamu orang ridak sadar” tambah cik melin.
Iya,sesungguhnya saat itu aku sudah demam dan harus kena air malam,mungkin itu sebab aku jadi tidak sadarkan diri.

“bu melin dan pak liem sudah bercerita kalau kamu sering pulang malam karena mengasuh putranya,maafkan ayah yang mengira kamu menjual diri tika”. 
Ayah kembali menangis setelah penjelasannya. Aku kaget.ternyata kemarahan ayah disebabkan itu. Dan aku tidak menyalahkan ayah karena anggapan ayah seperti itu. Itu juga karena kesalahanku yang tidak menceritakan pekerjaan sampinganku. 

“tidak apa ayah,ini juga semua salah atika yang tidak bercerita. Atika hanya ingin mengumpulkan uang untuk bisa membeli kaki palsu untuk ryan”. Ucapku sambil kembali tersedu. Dan kini ryan menghampiriku.
“bapak dan ibu ini memberikan ryan kaki palsu mbak,jadinya mbak tidak perlu kerja lembur lagi” adikku ini lah yang menjadi kekuatanku.
“terima kasih koh ,cik terima kasih banyak” aku memegang tangan koh liem dan cik melin
dan tidak menyangka cik melin mengelus rambutku
“tidak atika,justri cacik yang berterima kasih karena kamu orang mau menemani dika. Dan dika begitu menyukaimu. Dan kita orang tahu kamu bekerja keras untuk adikmu. Jadi kaki palsu ini untuk bonus buat kamu orang dan adik kamu.” Dengan ramah cik melin berkata.

Dan semua jelas hari itu. Ayah yang mengira aku menjual diri samapi mengikutiku tempo hari akhirnya tahu alasanku  kenapa pulang malam dan kenapa aku diantar jemput mobil. Dan ayah meminta maaf atas kekasaran ayah. Aku tahu ayah hanya tidak ingin aku rusak,maka ketika ayah mengira itu dia sangat marah. Sekarang aku rutin menjaga dika. Sekali dua kali dika main kerumahku. Dan aku juga menemani dika untuk  terapi.Dan aku senang melihat ryan bisa berjalan seperti anak yang lain. Dia bisa sekolah sekarang aku bisa mebantu ayah membiayai sekolah ryan dari gajiku di toko dan gajiku menjaga dika. Dan bersyukur ryan bisa diterima diantara teman temannya. Seperti itulah,sepanjang tahun hari demi hari aku lalui bersama ayah dan ryan dengan bahagia. Dan dika semakin menunjukan kemajuan di terapinya. Terima kasih TUHAN.

Senin, 19 Desember 2011

Super MAMA :Hero:

Dari sekitar 20 posting aku,Cuma sekali aku bahas tentang My “MAM”,dan itupun singkat padat dan maybe kurang jelas.

“Yanti Nur Laila” nama yang indah,seindah tugasnya dimuka bumi ini. Nama itu di takdirkan untuk menjadi seorang “SUPER MAM” bagi seorang calon janin,berkembang lahir menjadi baby,berevolusi menjadi seorang anak gadis yang kemudian bertranformasi menjadi wanita yang tak karuan tingkah polah dan “goreng” adatnya yang lain dan tak bukan adalah “AKU”. Yes,my “MAM” is everything for me. Gila kata pertama yang keluar dariku buat tugasnya di dunia ini. "Menjadi Mamaku".

Kuat sabar dan penuh kerelaan meskipun keras dan cerwet tak lepas dari sosoknya. Mamaku tidak lebih tinggi dariku,kecil dan kurus “cungkring” dengan wajah yang tirus dan rambut yang tidak pernah panjang sampai sebahu. Cempreng suaranya mamaku ini,suka banget cerita ceriti tentang masa mudanya yang kadang jenuh sangat aku mendengarnya. Tapi mama gak terlihat jenuh ketika mendengarkan cerita ku. Kalau mama ketawa keras banget tanpa jeda( ciri khasnya).

Aku tidak tahu hari,tanggal,bulan dan tahun berapa mama lahir. Aku tau namanyapun waktu SD kelas lima atau enam,pas mama harus di opnam di ruma sakit. Aku baca nama mama yang di pasang di pintu. (sungguh  aku anak yang kurang fasih).

Mama.. terbatas. Mama ku bukan seorang sarjana tapi pantas untuk mendapatkan gelar tertinggi dari semua gelar yang ada di sebuah institusi atau gelar apapun yang ada di dunia ini. Mama memberiku kesempatan untuk hidup. Mamaku bukan mama biasa. Yang membuat tidak biasa adalah mama harus menjadi ibu dari anak badung sepertiku.

Saat aku duduk dibangku Sekolah dasar. itu adalah masa ketika mama benar menunjukan peranya. Jarak sekolahan dari rumahku biasanya aku tempuh pake sepeda atau jalan kaki. Tidak bisa dikatakan dekat, mungkin ketika berjalan sendiri tidak akan memakan banyak tenaga. Tapi mama menghabiskan tenaganya untuk mengantar jemputku,tidak biasa tapi caranya,mama menggendongku hampir selama dua minggu.  Karena ketika itu,karena kebandelanku sendiri kaki kananku kena ruji sepeda(sampai sekarang bekasnya masih ada). Aku tidak bisa berjalan,kalaupun bisa aku tidak mau berjalan. Super sekali bukan….??? menggendong adalah bentuk kasihnya untukku.

Mamaku hebat bukan,dan mamaku selalu menjadi mama yang demokratis. Tidak pernah sekalipun melarangku jika aku ingin ini itu. Meskipun sesungguhnya aku tahu sedikit ada rasa “tentang” namun mama lebih memilih diam dan mengalah.

Mamaku selalu memenuhi mauku,memenuhi permintaan dan keinginanku. Mamaku hebat,dia sanggup terjaga semalam suntuk saat aku sakit. Mama ku banyak mengalah untukku.

Sampai saat ini,sampai aku berumur 20+ tahun. Mama masih memenuhi kebutuhanku. Untuk makanpun mama masih sering menyiapkan untukku,mengambilkan untukku. Nyetrika,nyuci baju yang harusnya aku lakukan sendiri,mama masih sering membantuku. Ketika kamarku berantakan dan belum sempat aku rapikan,kemudian pas aku pulang sudah rapi ajah,dan itu kerjaan mama. kadang meskipun sering aku tegor untuk jangn melakukan,mama masih bandel ajah. Semua hidupku dari mama,semuanya tak terkecuali.

Namun untuk semua yang di berikan mama untukku,aku belum mampu menyeimbangi kehebatanya. Aku belum fasih benar untuk menjadi anak yang baik buat mama. Aku sering sekali mengomel tentang masakan mama,sering sekali berdebat sama mama, dan aku selalu melakukan segalanya sesuka hatiku tanpa peduli sama maunya mama. Aku  pernah membuat mama sangat khawatir,aku tidak pulang ke rumah dan kabar yang aku kasih nggak nyampek. Dan aku pernah membuat mama menangis karena aku kecewa dan ngambek ketika mama tidak bisa menuhi kemaunaku.

Besar jasa mama untukku. Mama tahu benar kondisi jiwaku,mama tahu benar ketika aku marah,sedih atau sedang malas untuk apapun. Dan mama tahu kapan harus mengajakku bicara. Aku juga sering menyalahkan mama untuk sesuatu,dan itu terus ku ulangi tanpa memikirkan perasaan mamaku. Mama berjasa untuk hidupku,dia tanpa pamrih. Ketika aku tidak punya pegangan uang mama memberiku uang yang dia punya. Tapi ketika mama tidak punya sepeserpun dan tidak aku beri,mama hanya diam dan tidak pernah meminta.

Mamaku itu hidupku. Dan yang menjadi alasanku hidup sekarang ya Cuma mama.Tak ada yang lainpun tak apa,aku hanya butuh Mama. Semoga aku cepat sadar,agar  hati pikiranku sehat. Jadi aku hanya akan memberikan mamaku itu kebahagiaan bukan hanya kesukaran kesusahan dan segala macam yang meberatkan mama. Aku minta maaf mama,dan terima kasih untuk segalanya.

“ya ALLAH,berilah mamaku kebaikanMU,besertalah DIA selalu,Engkaulah sebaik baiknya Pelindung,lindungi dia dimanapun kapanpu. Dan berikan MAMAku panjang umur agar mama merasakan kebahagiaan yang tak tertara dariku nantinya,berikan dia kesehatan dan kekuatan ya ALLAH,,berilah mama yang baik dari yang terbaik,AMIN
(doa untuk MAMA)

Semua buku tak ada definisi tentangmu mama..
secara harfiah dan istilah…

tak ada satupun pahlwan di bumi yang mampu mengimbangi jejakmu…
bahkan gambaran surgapun ada dihamparan telapak kakimu mama…
besar dan Hebat...

Engkau segalanya,,,

bahkan TUHANnpun mengajakmu menyatukan restu..
tanpa restumu,TUHANpun tak mau
Betapa istimewa mama bagi bumi…
dia menjunjung derajatmu setinggi nya hamparan…

Mama… seorang gila
siap untuk meregang nyawa…
Mama… seorang nekat
yang tak peduli sakit yang harus di dera..
Mama… seorang pejuang
yang hendak memerdekakan sebuah kehidupan ….
Mama bukan mau untuk jadi mama..
tapi mama terima kehendak TUHAN atas dirinya untuk jadi Mama
Mama tak berkeluh akan susahnya…
berhari,berminggu,berbulan dan berpuluh tahun mengabdi hidupnya…

Mama tidak ingin dipuji,,,tidak pula ingin diberi ganti…
Mama hanya ingin menghidupkan sang putra putri…
Mama…. Ku puji kau dengan doa..
semoga TUHAN menerima dan mengijabahnya..

Spesial buat MAMA.

Quote:

ibu adalah bumi dan seisinya yang ada untuk hidup kita

                           -----By.Leny Dy


 

(c)2009 HATI LDY. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger