Si besar ,tua belum renta dan masih berdaya..
tapi malang hanya di kerdili kursi singgahnya saja
hidup sebagai yang utama,,,
namun dia,
si besar hanya jadi boneka
Malang,patutnya tersebut pada siapa…???
sijelata atau dia sang pemrihatin saja….!!!
sungguh mujur nasib bangsa…
punya dia yang sungguh sangat tidak bisa apa apa..
biar dicopot saja,namun sayang ada yang tidak tega…
dibiarkan,justru semakin goblok saja..
dibodohi para eksekuitiv,legislativ
sengasara harusnya jadi semboyan Indonesia..
Nelangsa bagi warganya…
ada banyak kurcacinya yang justru jadi raja, ,
ini bukan cerita sinderella,,ini cerita bangsa Indonesia…
Licik siasat adalah ideology mereka (para pesohor bangsa yang dipercayanya..)…
alibi lupa sudah pasti kebisaanya,mereka yang meraup uang Negara..
Besi terbang jadi kemudi utama untuk lari..
rumah tetangga sekarang untuk sembunyi…
korupsi jadi nyanyian sehari hari
si besar kembali hanya bilang “saya prihatin” saja..
Sumber bumi jadi target operasi..
terlalu kaya si jelata hingga semua harga ditambakan angka
silahkan saja,si jelata tak akan mati karennya ..
mau berapa harga,,, naikan saja
tak usah terlalu banyak kata…
si jelata masih cukup kaya …
Duh nasib bangsa indonesia,,
nasib bangsa dan negaraku seperti ada pada induk singa yang patah kedua kakinya..
kasihan…
************
banyak jeritan rakyat yang tidak banyak berarti. harusnya mengasihani diri sendiri atau bangsa ini atau malah penggerak nya.
kalau qieqie bilang sedang kasihan melihat negaranya. memang indonesia tidak dalam keadaan yang sempurna. kalau kata pak saratri Indonesia itu sedang hamil tua dan baru pembukaan satu. indonesia sedang merasakan sakit sakitnya namun kemudian ketika sudah lahiran individu baru hadir dan menggeser semua orang yang rentan dan penyakitan indonesia akan hadir dan berjaya.mari kita berdoa akan ada saatnya dimana indonesia benar benar bangkit. hidup regenerasi....
*********


0 komentar:
Posting Komentar